MONGABAY INDONESIALaporan KhususData & Visual

Ilusi Dekarbonisasi Industri Semen

Industri semen nasional mengklaim emisinya turun. Tapi angka itu dihitung dari dalam pagar pabrik, bukan dari bukit kapur yang setiap hari dipapras di hulu.

30juta ton CO2 per tahun dari 16 pabrik semen di Indonesia. Ini angka yang masuk laporan.

    Dari mana emisinya datang

    Sebagian besar karbon lepas sebelum bahan bakarnya dibakar

    Batu kapur dibakar di tungku putar bersuhu sampai 1.450 derajat celcius untuk menjadi klinker. Reaksi kimia inilah, bukan sekadar bahan bakarnya, yang melepas paling banyak CO2. Klik tiap tahap untuk melihat rinciannya.

    55%Kalsinasi atau klinkerisasi
    35%Pembakaran bahan bakar langsung
    15%Energi beli dari pihak ketiga

    Versi Kementerian Perindustrian. Perhitungan lain menempatkan kalsinasi di kisaran 60 sampai 70 persen dan bahan bakar fosil 30 sampai 40 persen.

    Potret industri, 2025

    Kapasitasnya hampir dua kali lipat pasarnya

    Enam belas pabrik semen berdiri di Indonesia dengan kapasitas terpasang 119,9 juta ton per tahun. Yang benar-benar terserap pasar tak sampai 65 juta ton. Lebih dari 98 persen di antaranya dijual di dalam negeri.

    Kapasitas terpasang119,9 juta ton
    Produksi aktual64,7 juta ton
    Penjualan domestik 202464,9 juta ton
    54-56%Utilisasi pabrik, stagnan bertahun-tahun
    55,2Juta ton kapasitas menganggur setiap tahun
    0,60Ton CO2e per ton semen, di atas rerata global 0,58

    Kenapa angka penurunan emisi itu dipertanyakan

    Pada 2010, baseline yang dipakai industri, Indonesia punya 9 pabrik dengan produksi sekitar 42 juta ton. Kini 16 pabrik dengan produksi di atas 64 juta ton. Tambahan 22 juta ton semen itu, dengan intensitas 0,60 ton CO2e per ton, setara lebih dari 11 juta ton CO2 baru. Emisi total industri sendiri naik dari 18,7 juta ton pada 2004 menjadi sekitar 30 juta ton hari ini.

    Yang diklaim industri

    Di atas kertas, upayanya nyaris tanpa cacat

    Asosiasi Semen Indonesia dan SIG mencatat sejumlah capaian nyata. Angka-angka ini tidak dibantah. Yang dipersoalkan adalah batas wilayah perhitungannya.

    6 juta ton

    CO2 berkurang berkat substitusi material seperti trass, fly ash, pozzolan dan copper slag, atau 11 persen di bawah baseline 2010.

    Asperssi, capaian 2020
    122.000 ton

    CO2 per tahun ditekan di pabrik SIG Tuban lewat WHRPG berkapasitas 30 MW, yang juga memangkas 152 juta kWh listrik PLN.

    SIG Tuban
    43.000 ton

    CO2 per tahun ditekan Semen Padang dari unit pemanfaatan panas gas buang berkapasitas 8 MW.

    Semen Padang
    9,77%

    Thermal substitution rate SIG pada 2025, dari 681 ribu ton bahan bakar alternatif yang menggantikan 467 ribu ton batubara.

    SIG, 2025
    21%

    Penurunan emisi scope 1 SIG dari baseline 2010, dan 15 persen untuk scope 2 dari baseline 2019.

    SIG
    38%

    Klaim jejak emisi produk semen SIG dibanding semen konvensional.

    SIG
    Kita patut mempertanyakan metodenya. Secara itung-itungan, penurunan itu tidak masuk akal di tengah ekspansi industri semen yang semakin masif. Jaya Darmawan, peneliti Celios
    Yang tidak masuk hitungan

    Bahan bakunya sendiri adalah penyerap karbon

    Karst bukan sekadar tumpukan batu. Lewat pelapukan kimia batuan karbonat, air hujan yang mengandung CO2 bereaksi dengan batu gamping dan mengikat karbon atmosfer menjadi ion bikarbonat yang terbawa aliran air bawah tanah. Setiap satu ton batu gamping yang terlarut menyerap 0,12 ton karbon.

    Emisi industri semen Indonesia per tahun30 juta ton CO2
    Serapan karbon seluruh karst Indonesia per tahun13,5 juta ton CO2

    Angka serapan itu baru dari proses denudasi, belum menghitung vegetasi di atasnya. Artinya, satu industri melepas lebih dari dua kali lipat apa yang mampu diserap seluruh bentang karst negeri ini, sambil menambang bentang itu sebagai bahan bakunya.

    15 juta haLuas karst Indonesia, setara 7 persen daratan nasional
    20%Karst Jawa yang sudah rusak, dari 1.228.538 hektar
    1.505,6 haLuas IUP produksi SIG di Rembang dan Tuban
    753
    Ton CO2 per tahun yang tak lagi terserap, permanen
    22.590
    Ton CO2 yang gagal terserap bila dihitung selama 30 tahun
    0,61%
    Bagian dari total karst Jawa yang sudah rusak

    Estimasi ilustratif memakai laju serapan 0,5 ton CO2 per hektar per tahun, diturunkan dari kisaran 50 ton CO2 per kilometer persegi per tahun di kawasan tropis lembab. Bukan pengukuran lapangan.

    Bagaimana itu bisa dibuktikan jika di saat yang sama, area yang berfungsi menyerap karbon itu justru diambil terus menerus. Petrasa Wacana, Ketua Masyarakat Speleologi Indonesia
    Neraca yang tak pernah dibuka

    Rp3,27 triliun hilang setiap tahun di Kendeng Utara

    Kajian Celios menghitung kerugian ekonomi akibat penambangan batu kapur dan industri semen di kawasan karst Kendeng Utara, salah satu hotspot karst di Jawa. Nilai ini belum menghitung potensi serapan karbon yang lenyap. Klik tiap bagian untuk rinciannya.

    36,7 miliarLiter air bersih per tahun yang ditampung karst Kendeng Utara
    60.000Orang bergantung pada pasokan sumber air ini
    Rp0Nilai yang masuk perhitungan karbon industri dari semua ini
    Peta jalan

    Janji yang dibentangkan sampai 2060

    Pemerintah dan asosiasi sudah menyusun dokumen dekarbonisasi. Klik tiap tahun untuk melihat isinya.

    Konteks global

    Persoalan ini tidak berhenti di Indonesia

    Emisi semen global, 20000,7 gigaton
    Emisi semen global, 20221,6 gigaton
    Proyeksi 2050 tanpa intervensi3,8 gigaton
    7-8%Kontribusi industri semen terhadap emisi global per tahun
    27%Bagian industri semen dari emisi seluruh sektor industri
    Menghitung jejak karbon itu harus dari hulu ke hilir. Tidak bisa hanya hilirnya saja, biar jelas antara debit dan kredit karbon yang dihasilkan. Jaya Darmawan, Celios

    Mongabay mengirimkan sejumlah pertanyaan lewat surel ke SIG dan Asperssi, sekaligus meminta tanggapan atas kritik tersebut. Sampai laporan ini terbit, tidak ada respons.